Saturday, 10 December 2011

Sebuah Pesan Penuh “Energi” Dalam Palu Contemporary



Foto: Degus Setia Budi
Ruang itu tak cukup luas namun ruang itu telah menjadi saksi atas kembali bangkitnya semangat bermusik para seniman veteran di Kota Palu. Begitulah pendapat Zulkifli Pagesa dalam sambutannya pada malam 18 September 2011. Bertempat di Gedoeng Joeang mereka menampilkan sebuah karya yang bisa dibilang sangat luar biasa. Selama kurang lebih satu jam, semua orang yang hadir dibuat terpukau. Alunan alat musik dan suara para penyanyi mampu membius sekaligus membuat siapa saja merinding. Saat semua yang hadir semakin larut dalam pertunjukan, tiba-tiba lampu di ruangan itu pun padam. Namun, itu tak akan menghentikan para musisi tersebut. Dengan bermodalkan suara, sebuah meja, dan semangat, karya penuh “energi” itu kembali terdengar.
Adalah Umaryadi Tangkilisan atau yang akrab disapa Adi, menjadi pencetus ide music performance pada malam itu. Pria yang lahir 8 April 1974 ini, menghimpun sejumlah musisi seperti Natsir Umar (Bass Akuistik & Vokal), Indra (Drum & Vokal), Abdi Iskandar (Vokal), Uthe (Vokal), Zulkifli Usman (Vokal), Fahmi Pedati (Biola & Vokal), dan Izzat (Mbasi-Mbasi, Lalove, & Vokal) dalam pertunjukannya. Hasilnya, gubungan dari berbagai jenis musik tersebut sangat memukau!
Malam itu karya musik yang menggabungkan berbagai unsur musik tersebut dipertunjukan dalam ajang Palu Contemporary. Pertunjukan yang merupakan bagian dari Festival Teluk Palu (FTP) tersebut, melibatkan musisi dan seniman dari berbagai latar belakang serta kelompok yang ada di Kota Palu. Mereka menampilkan sebuah pertunjukan musik dengan tema “Disini Lebih Dari Ada”. Hal ini, ingin menunjukan bahwa Palu (Sulteng), masih mempunyai para musisi dengan setumpuk ide-ide segar yang ada di kepala mereka. Siap untuk menunjukan jati diri lewat seni, dan siap pula menunjukan bahwa Palu memiliki potensi yang begitu kaya.

Foto: Degus Setia Budi
Jika melihat pertunjukan tersebut, pada dasarnya dibagi ke dalam dua bagian. Pada bagian pertama mempertunjukan permainan musik dengan sejumlah alat musik. Akan tetapi, tiba-tiba listrik di ruangan itu padam namun mereka tetap melanjutkan pertunjukan. Hanya bermodalkan alat sederhana, mereka mampu menghasilkan sebuah seni yang tetap mampu dinikmati. Bahkan semua orang yang hadir diruangan itu dalam kegelapan semakin khusyu menikmati. Setelah pertunjukan usai, ruangan pun kembali menjadi terang. Sebuah penerangan dari lampu yang bertenaga surya adalah sumbernya. Dan inilah yang ingin disampaikan oleh seorang Umaryadi Tangkilisan. Sebuah pertunjukan yang tidak hanya menyajikan keindahan seni, tapi juga kesadaran kepada masyarakat bahwa kita memiliki sumber energi lain.
Menurutnya, pertunjukan yang dipersiapkan selama tiga minggu ini setidaknya mampu merefleksi keadaan krisis energi beberapa waktu yang lalu. Dan sekarang juga kita masih mengalami krisis terhadap energi bahan bakart fosil tersebut. Bahkan ini menjadi sebuah ketergantungan, sementara setiap daerah memiliki potensi yang berbeda-beda. Dan, setiap daerah pada dasarnya memiliki potensi sumber daya yang lebih murah, lebih ramah lingkungan, dan tanpa batas. Karena yang ada, selama ini kita terlalu sibuk mengeluh tanpa adanya solusi yang diberikan, begitulah Adi menyampaikan tanggapanya mengenai keadaan krisis energi yang kita hadapi selama ini yang menjadi ide pertunjukannya. Salah seorang penonton yang hadir, Rival yang merupakan personil Steven and Coconut Treez berpendapat, Adi merupakan musikus yang memiliki karakter tersendiri, dan ini mencakup energi pula. “Menurut gue ini karya yang sadis!”.
Dibalik karyanya yang sadis, inilah pertunjukan yang penuh dengan energi. Tidak hanya dari musiknya yang berenergi, tapi juga pesan yang ingin disampaikan, yang mencakup kepedulian kita terhadap energi. Kita punya energi untuk melakukan hal yang lebih baik bagi masa depan kita. Bahwa kita (Palu)  punya energi, sehingga kita lebih mandiri.Sebuah musik performance dari Umaryadi Tangkilisan yang penuh dengan energi. Salut! (adhe)

0 Comments:

Post a Comment

 
Arts Blogs
blog directory
;