Saturday, 10 December 2011

Kota Ini Tidak Maju Dengan Sendirinya



Selasa, 27 September 2011..
Hari ini kota kelahiran saya genap berusia 33 Tahun, begitu banyak harapan-harapan sederhana maupun harapan tidak sederhana untuk kota ini. Salah satu misalnya berharap Palu ini bersih.
Saya jadi teringat obrol-obrol saya dengan teman di stepmagz.com Angga Dharmawan, obrolan di Pantai Talise sesaat setelah mengikuti Pembukaan Festival Teluk Palu 2011 beberapa waktu lalu.

Setelah liat-liat pantai, iseng saya tanya begini “Kenapa pantai ini bisa kotor ??” dia jawab “ini karena kebiasaan buang sampah sembarangan” nah sesederhana itu jawabannya, berarti pada dasarnya orang-orang mengerti pantai Talise itu kotor karena apa ? Apa yang harus dilakukan ? Dan apa yang tidak lakukan supaya pantai tidak kotor.. Tapi tetap saja ada yang bikin kotor kotanya sendiri..
Setelah saya pikir-pikir, satu hal yg saya sadari adalah kita belum mencintai kota ini.. Ya, kota ini belum dicintai warganya, kalo cinta kota ini tidak mungkin akan ada yang buang sampah di got, tidak akan ada orang naik mobil buang sampah seenaknya di jalan, dsb.
Apa yang kita cinta pasti akan kita jaga dan pasti akan kita rawat. Begitu sederhananya.
Bagaimana peran pemerintah Kota Palu ??
Pemerintah kota hadir dengan kampanye Green and Clean. Sebenarnya saya agak-agak kurang mengerti dengan pemilihan kampanye “bersih2 kota” ini dengan menggunakan bahasa Inggris apakah karena bahasa Inggris lebih efektif dibanding bahasa Indonesia ? atau mungkin karena sekedar gaya-gayaan biar dibilang keren ? karena yang pasti pake bahasa Indonesia pun kampanye itu masih susah dimengerti dan diterapkan. Ya sudahlah.. tidak perlu dimasalahkan, pemilihan kosakata tidaklah terlalu penting (apalagi pemilihan sepasang Duta Green and Clean, itu malah lebih tidak penting lagi..hhe) yang penting itu bagaimana pola penerapan kampanye, sudah sejauh mana efektivitasnya, pengawasannya dan evaluasi dari Pemkot dan warganya.
Oh iya, sering kali masih ada saja saya temukan orang Palu yang suka membanding-bandingkan perkembangan kota ini dengan kota lain.. Apalagi dibandingkan dengan Jakarta, Bandung, Surabaya atau Makassar.. Ehem, ya iyalaaah Palu itu perkembangannya masih jauh di bawah. Sekali-sekali mikir kenapa sih. Kalo bisa (ini juga kalo bisa) mulai sekarang berhentilah membanding-bandingkan kota ini dengan kota lain, berhentilah menjelek-jelekkan kota ini, berhentilah mengeluh dengan kota ini. Semua itu tidak akan serta merta membuat maju kota ini. Lain halnya dengan kritik, kita masih bisa membedakannya.
Saya sadar mungkin saya juga belum memberikan sumbangsih apa-apa untuk kota ini, tapi paling tidak saya tetap berusaha jadi orang Palu yang optimis. Suatu saat kita juga bisa sejajar dengan kota-kota yg kalian banding-bandingkan itu.
Selamat ulang tahun kota Palu, semoga lebih baik. Saya mencintai kota ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Satu yang mesti dimengerti bahwa kota ini tidak akan maju dengan sendirinya, sekali lagi kota ini tdk akan maju dengan sendirinya. Sekian..
Salandoa..
(Pays Aprianto)

0 Comments:

Post a Comment

 
Arts Blogs
blog directory
;